Tips Memilih Tempat Kuliah dan Jurusan yang Tepat

kuliah by @ericariyanto

Sekarang ini selain gebetin anak konglomerat atau tidak ragu untuk membentuk tim keliling dan jaga lilin, untuk mendapatkan jaminan masa depan yang lebih baik salah satunya adalah melalui pendidikan. Sudah jarang ditemukan lowongan pekerjaan (menjanjikan, selain MLM)  yang menerima lulusan SMA / sederajat. Kebanyakan meminta setidaknya memiliki ijazah D3, S1 dan seterusnya. Tidak hanya itu, “lulusan mana” juga menjadi pertimbangan dalam seleksi administrasi untuk kebanyakan lowongan pekerjaan tersebut, lulusan dari kampus-kampus ternama pasti akan lebih di prioritaskan. Terkadang melihat fenomena seperti itu saya merasa sedih, saya prihatin, sungguh ter..la..la.

Nah, bagi yang masih duduk di bangku SMA dan berniat untuk upgrade status siswa-nya menjadi “maha-siswa”, sebaiknya dipertimbangkan matang-matang sebelum memilih kampus dan jurusan untuk melanjutkan pendidikan. Hal ini sangat penting untuk menghindari penyesalan dan ketidakefektifan saat kuliah, sayang umur, sayang uang, biaya kuliah itu mahal, ciyus deh.

 Berikut ini ada sedikit tips untuk memilih tempat kuliah dan jurusan yang tepat, let’s check this one out :

  • Filter jurusan berdasarkan minat dan atau bakat
    • Pengen kuliah di tempat / jurusan yang sama dengan pacar atau teman dekat, bagi yang masih punya pemikiran seperti itu plis deh, udahan dong alay nya. Manusia itu makhluk yang unik, yang artinya minat dan bakat antara yang satu dan yang lainnya tidak akan selalu sama. Beruntunglah kalo sesama pasangan atau sahabat memiliki minat dan bakat yang sama, tapi kalo beda ya jangan dipaksakan, sesuatu yang dipaksakan itu tidak baik, bikin sesak (mungkin).
    • point utamanya adalah melakukan sesuatu yang disenangi. Ingat juga bahwa tujuan akhir kuliah (kebanyakan) adalah untuk mencari pekerjaan. Lebih enak banget kan kalo nantinya bisa kerja di bidang yang emang diminati, udah senang (karena minatnya) eh dibayar pula (di gaji). Karena minat dan bakat juga nantinya proses selama perkuliahan kan lebih ringan, intensitas mengeluh akan berkurang karena yang sedang dilakukan adalah sesuatu yang disenangi.
    • Untuk itu, buatlah list beberapa jurusan yang di minati, pertimbangkan juga jenjangnya, bagi yang ingin lebih cepat bisa bekerja / tidak terlalu memerlukan ilmu teoritis, disarankan untuk mengambil jenjang D3 / D4, sebaliknya dapat memilih S1.
  • Karir dan Pekerjaan
    • Dari list jurusan yang telah dibuat, coba sedikit di analisa dan dibayangkan prospek karir dan pekerjaan 3-4 tahun kedepan akan seperti apa.
    • Jurusan yang nantinya setelah lulus bisa “bekerja sendiri” boleh diprioritaskan.
    • maskud dari “Bekerja Sendiri” disini seperti bidan yang bisa buka praktek sendiri, Ilmu Komputer yang bisa buka jasa service sendiri, dan lain sebagainya. Intinya setelah lulus, ilmu yang didapat bisa digunakan tanpa harus mendaftar menjadi karyawan (karir).
    • Namun bagi yang lebih tertarik untuk meniti karir, bisa memilih sebaliknya.
  •  Lokasi dan Dana
    • Setelah jurusan difilter berdasarkan minat dan bakat serta karir dan pekerjaan, sekarang filter jurusan tersebut berdasarkan lokasi dan dana.
    • Pertimbangkan dengan matang dimana lokasi untuk melanjutkan kuliah apakah di kota / kampung halaman, hijrah ke tempat kerabat atau merantau seorang diri, semua ada konsekuensinya, pilihlah yang paling banyak manfaatnya. Pilihlah lokasi yang mudah diakses, fasilitas memadai, aman, nyaman dan yang nggak kalah penting ya hemat.
    • Pemilihan lokasi ini juga harus mempertimbangkan Dana yang disediakan orang tua (karena kebanyakan lulusan SMA belum berpenghasilan sendiri).
    • Hitunglah perkiraan total biaya yang diperlukan selama kuliah (uang masuk, semester, tugas / praktek, biaya hidup, dll), filter lokasi yang memerlukan biaya lebih kurang dengan dana yang tersedia.
    • Bagi yang memiliki keterbatasan dana, utamakanlah di kota sendiri untuk menghemat biaya kost dan kebutuhan sehari-hari. Atau kalau tetap mau keluar kota bisa pilih yang memiliki kerabat dan bila yang tidak punya kerabat bisa berusaha untuk mendapatkan beasiswa seperti LPDP
  • Filter Kampus
    • Terakhir, setelah jurusan dan lokasi telah dipilih, saatnya memilih kampus yang akan menjadi “rumah kedua” nantinya.
    • Carilah informasi tentang kampus tersebut dari berbagai info seperti situs resmi, situs dikti, akreditasi ban pt, webometrics dan yang paling penting tanyakan pada alumni nya (hindari bertanya sama marketing kampusnya, ntar diberi info-info sesat dan janji janji palsu)
    • Carilah info mengenai visi dan misinya, kegiatan akademik (kurikulum dan sistem belajar mengajarnya), kegiatan mahasiswa, fasilitas, program-program, mitra dan informasi lainnya yang dianggap perlu.
    • Bila memungkinkan, datanglah untuk melihat langsung bagaimana keadaan kampus tersebut. Cocok kah kita menghabiskan beberapa tahun ditempat seperti itu.

Nah, itu tadi tips untuk memilih kampus dan jurusan yang pas. Semoga bisa memberikan gambaran dalam memilih kampus nantinya, lancar dalam proses kuliahnya dan mendapatkan hasil seperti yang diharapkan. Intinya semoga berguna, terima kasih, Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *